Jumat, 08 Juli 2011

RUMUS YANG ANDA BACA Di: Home » Rumus Jurnalistik Radio » Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C

Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C

Bagikan Soal Melalui :
Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C

Sebagai media audio, radio memiliki tantangan lebih untuk menyajikan informasi yang kredibel dan bisa dicerna dengan benar oleh pendengar tanpa distorsi. Radio yang mengandalkan telinga pendengar, juga sering disebut sebagai ‘half ears media’ atau media sambil lalu karena untuk mendengarkan radio, bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan yang lain.

Dengan demikian, kredibilitas tidak dapat ditawar dan harus dijaga. Kredibilitas atau saya sebut sebagai C besar (diambil dari huruf depan Credibility), bisa dicapai jika berita yang kita sampaikan memenuhi unsur a, b dan c.

a (ACCURACY)

Accuracy atau kecermatan adalah hal yang sangat mendasar dalam pembuatan berita radio. Kecermatan dan kehati-hatian dibutuhkan saat kita mencari fakta-fakta yang benar, baik fakta tentang suatu peristiwa, figur maupun nama-nama yang terlibat dalam sebuah berita.

Meski radio memungkinkan untuk menyajikan berita lebih cepat dari media lain, kita tetap harus menyajikan fakta dan tidak boleh menduga-duga. Bukan alasan karena dituntut untuk cepat kita boleh melakukan kesalahan. Editing berita juga harus dilakukan dengan hati-hati, agar fakta-fakta penting tidak dihilangkan hanya sekedar untuk memenuhi target durasi yang sudah ditetapkan.

Jika kita mengangkat berita dari rumor / isu, kita harus secara terbuka memberitahu bahwa yang kita sampaikan ini adalah rumor yang beredar di masyarakat. Kita tidak membohongi pendengar karena faktanya saat ini beredar rumor tersebut di masyarakat.

Berita juga tidak boleh berisi opini radio kita - dalam hal ini newscaster maupun reporter. Kalaupun ada opini, biarlah narasumber yang beropini. Jika mengambil data dari buku ataupun media lain, jangan lupa untuk melakukan recheck terhadap data-data yang ada. Media besar dan terkenal belum tentu tidak bisa salah.

Bila kita tidak cermat dan data yang kita sajikan dalam berita tidak akurat, bisa dipastikan radio kita akan kehilangan kredibilitas dan pendengar. Alih-alih mendapatkan pendengar, yang ada kita bisa berurusan dengan hukum.

Dalam tulisan saya sebelumnya, kita sudah berbicara tentang salah satu faktor dari rumus jurnalistik radio, yaitu elemen a atau Accuracy.

Elemen berikutnya adalah:

b (balance)

Balance atau keseimbangan adalah unsur penting berikutnya yang harus diperhatikan dalam jurnalistik radio, jika kita tidak ingin kehilangan kredibilitas. Dalam berita atau liputan yang kita siarkan, setidaknya harus berisi pendapat semua pihak, atau disebut juga ‘cover both side’  terutama jika kasus yang kita angkat kontroversial.

Pada saat kita dikejar deadline sehingga tidak ada pilihan lain dan terpaksa harus menyiarkan sebuah berita yang tidak mendapatkan penjelasan dari masing-masing pihak, pada saat menyiarkan berita itu, kita harus menyebutkan bahwa sampai saat ini kita belum bisa mendapatkan penjelasan dari yang bersangkutan, namun masih terus berusaha mendapatkannya. Namun trik ini tidak dianjurkan, kalau bisa jangan dilakukan jika tidak terpaksa. Jangan lupa untuk selalu menyimpan materi-materi berita yang kontroversial setelah disiarkan, agar kita bisa mendengarkan ulang jika terjadi masalah.

Keseimbangan tidak hanya dinilai dari kesempatan berbicara yang kita berikan kepada yang bersangkutan, namun juga pada durasi, frekwensi dan jam penyiarannya. Jangan sampai pihak yang satu merasa disiarkan lebih sedikit atau lebih pendek dari yang lain. Jangan juga sampai yang satu disiarkan di jam prime time sementara yang lain merasa disiarkan di jam yang sepi pendengar.

Jika kita melupakan faktor b ini, salah-salah radio kita bisa dianggap tidak berimbang dan membela kepentingan sepihak. Di Indonesia, selain masalah politik apalagi menjelang pilkada atau pilpres, kita juga perlu berhati-hati dengan balance pada saat memberitakan masalah agama, ras dan golongan.

Contoh kesulitan yang biasa ditemukan di Indonesia pada saat jurnalis radio berusaha mendapatkan ‘balance’:
ketakutan atau tekanan dari pihak tertentu
susah mendapatkan narasumber yang berani bicara dan mau bicara benar
kurang memiliki data narasumber yang lengkap
narasumber lebih memilih media yang lebih besar sebagai corong bicara
reporter dikejar deadline, sehingga laporan pun apa adanya
boleh ditambah dll…

Tips aman: jangan main api kalau takut panas, jangan main air kalau takut basah

Dalam jurnalistik radio, kredibilitas adalah aset jurnalistik yang terbesar karena berkaitan dengan kepercayaan pendengar terhadap radio kita.

Setelah faktor a (accuracy) dan b (balance), kali ini akan dibahas faktor ketiga dalam rumus jurnalistik radio untuk mencapai C (credibility) yaitu:

c (clarity)

Clarity bisa diartikan sebagai mudah dipahami atau jernih atau jelas. Lagi-lagi karena hanya mengandalkan audio, jurnalis radio dituntut untuk bisa menghadirkan berita yang jelas, tidak membuat bingung dan jangan sampai bisa menimbulkan multi tafsir bagi pendengar.

Perlu juga diingat bahwa berbeda dengan media cetak, pendengar tidak bisa sesuka hati mengulang informasi yang baru saja didengarnya. Kalau pun informasi yang disiarkan adalah rekaman, mereka memerlukan waktu yang lain untuk bisa mendengarkan informasi tersebut (siaran ulang).

Di radio, kita hanya mempunyai satu kali kesempatan untuk bisa pendengar memahami apa yang kita sampaikan. Untuk itulah clarity menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam penyajian berita di media audio yang sekilas ini. Jika penyiar kita saja tidak memahami persoalan atau materi yang akan disampaikan, apalagi pendengar kita.

Agar dapat menyajikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pendengar, selain artikulasi atau pelafalan penyiar yang jelas, sebisa mungkin dalam penulisan naskah digunakan kata-kata atau istilah yang umum bagi pendengar. Selain itu gunakanlah kalimat yang simpel - kalimat tunggal satu, satu kalimat satu pesan, seperti yang ada pada tulisan saya sebelumnya.

Accuracy dilengkapi dengan Balance ditambah dengan Clarity akan membawa radio kita menjadi media yang CREDIBLE, yang bisa dipercaya dan diandalkan sebagai sumber informasi oleh pendengar kita. Jika kita tidak berusaha meraih kredibilitas, pendengar tidak akan mempercayai informasi apapun yang disampaikan oleh radio kita. Sehingga semua yang kita lakukan tidak akan ebih baik dari pemborosan waktu dan sia-sia.


Silahkan Baca Juga di Bawah ini

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Suka Soal-soal? Follow @dikutip