Minggu, 30 Oktober 2011

RUMUS GAYA GESEK

F = (miu) m*a
di mana m= masa dan a= percepatan atau gravitasi

m*a merupakan gaya normal benda tersebut (gaya tegak lurus pada permukaan tanah/ landasan)

Rumus gaya gesek   :      f = u.N

f = gaya gesek
u = koefisien gerakan
N = gaya normal 
»»  SELENGKAPNYA...

RUMUS LUAS DAN KELILING SEMUA BANGUN DATAR

Bangun datar terdiri atas beberapa jenis yaitu bujur sangkar, persegi panjang, lingkaran, segitiga, jajarang genjang, belah ketupat, layang - layang, segi lima dan trapesium. Dalam kesempatan ini akan diulas rumus matematika untuk luas dan keliling semua jenis bagun datar tersebut.

Berikut adalah gambar dari bagun datar


http://2.bp.blogspot.com/-GdBWHHYzLTY/TqvQvS6RwcI/AAAAAAAAAPQ/p-GhnYKkLkw/s1600/gambar+bangun+datar.jpg


Rumus Bujur Sangkar

Bujur sangkar adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang
- Keliling : Panjang salah satu sisi dikali 4 (4S /AB + BC + CD + DA)
- Luas : Sisi dikali sisi (S x S)Rumus Persegi Panjang
Persegi panjang adalah bangun datar mirip bujur sangkar namun dua sisi yang berhadapan lebih pendek atau lebih panjang dari dua sisi yang lain. Dua sisi yang panjang disebut panjang, sedangkan yang pendek disebut lebar.
- Keliling : Panjang tambah lebar kali 2 (2(p+l)/AB + BC + CD + DA)
- Luas : Panjang dikali lebar (pl)

Gambar Persegi Panjang
Rumus Segitiga
- Keliling : Sisi pertama + sisi kedua + sisi ketiga (AB + BC + CA)
- Luas : Panjang alas dikali pangjang tinggi dibagi dua (a x t / 2)

Rumus Lingkaran
- Keliling : diameter dikali phi (d x) atau  dikali 2 jari-jari (phi x (r + r)
- Luas : phi dikali jari-jari dikali jari-jari ( x r x r)
-  = 22/7 = 3,14

Rumus Jajar Genjang atau Jajaran Genjang
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : alas dikali tinggi (a x t)

Rumus Belah Ketupat
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : alas dikali panjang diagonal dibagi 2 (a x diagonal / 2)
- Diagonal : Garis tengah dua sisi berlawanan

Rumus Trapesium
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : Jumlah sisi sejajar dikali tinggi dibagi 2 ((AB + CD) / 2)
»»  SELENGKAPNYA...

Sabtu, 29 Oktober 2011

RUMUS-RUMUS FISIKA LENGKAP/GAYA DAN TEKANAN

seseorang memiliki massa 60kg.jika percepatan gravitasi bumi 10m/s² dan percepatan gravitasi bulan 16m/s².hitunglah brat orang tersebut di bumi dan bulan?

Jawaban: Bagaimana menghitung berat seseorang di lain tempat

        Rumus= Berat(W)= Massa (M) X Percepatan Gravitasi (G)
              
        A. Berat di bumi
           W=Mxg
           W=60kgx10= 600 Newton
      
        B. Berat di Bulan
           W=Mxg
           W=60kgx16=960N
»»  SELENGKAPNYA...

Jumat, 28 Oktober 2011

RUMUS KIMIA NAMA SENYAWA

RUMUS KIMIA    NAMA SENYAWA
CuO    Tembaga(II)oksida
CaSO4    Kalsium sulfat
Al2CO3    Aluminium karbonat
Mg3N2    Magnesium nitrida
P2O5    Diphoforuspentaoksida
N2O3    Dinitrogen trioksida
NH3    Ammonia
H2O    Hydrogen oksida (air)

»»  SELENGKAPNYA...

Kamis, 27 Oktober 2011

RUMUS-RUMUS FISIKA LENGKAP/ALAT OPTIK

Lup (Kaca Pembesar)

Pembesaran bayangan saat mata berakomodasi maksimum

\!M=\frac{Sn}{f}+1
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran
  • \!Sn = Titik dekat (cm)
  • \!f = Fokus lup (cm)

 Pembesaran bayangan saat mata tidak berakomodasi

\!M=\frac{Sn}{f}
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran
  • \!Sn = Titik dekat (cm)
  • \!f = Fokus lup (cm)

 Mikroskop

Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa okuler, sehingga dirumuskan:
Mmik=Mob\times Mok

Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop dirumuskan sebagai berikut:

 Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum

Mmik=Mob\times(\frac{Sn}{fok}+1)=(\frac{S'ob}{Sob})\times(\frac{Sn}{fok}+1)
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=S'ob+Sok=S'ob+\frac{Sn\times fok}{Sn+fok}
Dengan ketentuan:
  • \!Mmik = Pembesaran mikroskop
  • \!Mob = Pembesaran oleh lensa objektif
  • \!Sn = Titik dekat mata
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler
  • \!S'ob = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • \!Sob = jarak benda di depan lensa objektif
  • \!d = jarak lensa objektif dan lensa okuler

Pembesaran Mikroskop pada saat mata tidak berakomodasi

Mmik=Mob\times \frac{Sn}{fok}=\frac{S'ob}{Sob}\times \frac{Sn}{fok}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=S'ob+fok\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!Mmik = Pembesaran mikroskop
  • \!Mob = Pembesaran oleh lensa objektif
  • \!Sn = Titik dekat mata
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler
  • \!S'ob = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • \!Sob = jarak benda di depan lensa objektif
  • \!d = jarak lensa objektif dan lensa okuler

Teropong Bintang

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi

M=\frac{fob}{fok}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=fob+fok\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum

M=\frac{fob}{sok}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=fob+sok\,\!

Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!sok = jarak benda di depan lensa okuler

Teropong Bumi

[Pembesaran Teropong Bumi

M=\frac{fob}{fok}
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran teropong bumi
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler

Jarak lensa objektif dan lensa okuler

d=fob+4fp+fok\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!fp = Jarak fokus lensa pembalik
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler
»»  SELENGKAPNYA...

Selasa, 25 Oktober 2011

RUMUS-RUMUS FISIKA LENGKAP/GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI

Periode dan Frekuensi Getaran

Periode Getaran

<math\!T=\frac{t}{n}</math>

Dengan ketentuan:
  • \!T = Periode (sekon)
  • \!t = Waktu (sekon)
  • \!n = Jumlah getaran

Frekuensi Getaran

\!f=\frac{n}{t}

Dengan ketentuan:
  • \!f = Frekuensi (Hz)
  • \!n = Jumlah getaran
  • \!t = Waktu (sekon)

Periode Getaran

\!T=\frac{1}{f}

Dengan ketentuan:
  • \!T = periode getaran (sekon)
  • \!f = frekuensi(Hz)

Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran

Terdapat 2 rumus, yaitu:
  • \!T=\frac{1}{f}
  • \!f=\frac{1}{T}
Dengan ketentuan:
  • \!T = periode (sekon)
  • \!f = frekuensi (Hz)
»»  SELENGKAPNYA...
 
Suka Soal-soal? Follow @dikutip